Beautifull Day

Minggu 19 Februari 2012, cuaca mendung, bahkan di sebagian tempat di Bogor  turun hujan rintik-rintik, tapi saya berhasil dari gangguan selimut untuk tidur kembali. Saya dan kekasih saya memang berencana untuk mencari kartu undangan untuk pernikahan kami. Untungnya, ada mobil kantor yang bisa kami gunakan.

Kami pergi ke daerah Tebet, ternyata di sana memang pusatnya kartu undangan. Banyak kartu undangan yang cantik-cantik. berhubung budget kita tidak terlalu besar kami pun memilih bentuk yang sederhana.

Pukul 11.30 kami harus sampai di bogor, karena ada rekan yang menikah, lumayan makan gratis….hehhehe

Setelah dari acara tersebut, kami bingung mau kemana. Kami tidak bisa pulang ke rumah saya di kawasan puncak karena saat ituone waypuncak arah jakarta. Tiba-tiba, muncul ide untuk foto studio, dengan meminjam baju kebaya dan batik milik kakak saya (untuk seragam nikahan saya), dan kami pun menunaikan keinginan itu di sebuah foto studio sederhana. Sungguh benar-benar foto studio sederhana, tapi kami yakin fotografernya profesional

Ini hasil nya. Bagus bukan?

saya sungguh bahagia, karena hari itu menyenangkan dan saya menghabiskan waktu bersama dengan orang yang aku sayang

Cerdas Dalam Berdzikir

di dalam ajaran Islam Rasulullah Muhammad صلى الله عليه و سلم mengajarkan kepada ummatnya agar tidak sekedar rajin memperbanyak dzikrullah. Tapi hendaknya berdzikrullah dengan cerdas. Artinya kita disuruh memilih dan mengamalkan dzikir mengingat Allah سبحانه و تعالى yang efisien. Jumlah sepertinya tidak terlalu banyak tetapi bobotnya berat di sisi Allah سبحانه و تعالى dan RasulNya صلى الله عليه و سلم . Salah satu contohnya ialah yang dijelaskan melalui hadits shahih di bawah ini:

 

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa’id dan ‘Amru An Naqid dan Ibnu Abu ‘Umar -dan lafadh ini milik Ibnu Abu ‘Umar- mereka berkata; telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Muhammad bin ‘Abdurrahman -budak- keluarga Thalhah dari Kuraib dari Ibnu ‘Abbas dari Juwairiyah bahwasanya Nabi صلى الله عليه و سلم keluar dari rumah Juwairiyah pada pagi hari usai shalat Subuh dan dia tetap di tempat shalatnya. Tak lama kemudian Rasulullah صلى الله عليه و سلم kembali setelah terbit fajar (pada waktu dhuha), sedangkan Juwairiyah masih duduk di tempat shalatnya. Setelah itu, Rasulullah صلى الله عليه و سلم menyapanya: “Ya Juwairiyah, kamu masih belum beranjak dari tempat shalatmu?” Juwairiyah menjawab; ‘Ya. Saya masih di sini, di tempat semula ya Rasulullah.’ Kemudian Rasulullah صلى الله عليه و سلم berkata: ‘Setelah keluar tadi, aku telah mengucapkan empat rangkaian kata-kata -sebanyak tiga kali- yang kalimat tersebut jika dibandingkan dengan apa yang kamu baca seharian tentu akan sebanding, yaitu:

 

سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ عَدَدَ خَلْقِهِ وَرِضَا نَفْسِهِ وَزِنَةَ

عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ

 

‘SUBHAANALLOOHI WABIHAMDIHI, ‘ADA KHOLQIHI WARIDHOO NAFSIHI WAZINATA ‘ARSYIHI WAMIDAADA KALIMAATIHI.”Maha Suci Allah dengan segala puji bagi-Nya sebanyak hitungan makhluk-Nya, menurut keridlaan-Nya, menurut arasy-Nya dan sebanyak tinta kalimat-Nya.’ (Hadits Shahih Muslim No. 4905)

 

Subhanallah…! Bayangkan, selama Nabi صلى الله عليه و سلم keluar rumah sesudah sholat subuh sampai beliau kembali di waktu dhuha Juwairiyah berada di atas sajadahnya berdzikir mengingat Allah سبحانه و تعالى . Dan sesudah Nabi صلى الله عليه و سلم pulang, beliau mengatakan bahwa selama sedang keluar itu ada suatu amalan dzikrullah yang dibacanya sebanyak tiga kali yang bobotnya setara dengan dzikrullah Juwairiyah selama duduk di atas sejadahnya. Inilah dzikrullah yang cerdas, efisien namun berat bobotnya di sisi Allah سبحانه و تعالى dan sisi RasulNya صلى الله عليه و سلم .

 

sumber : http://www.eramuslim.com/suara-langit/ringan-berbobot/cerdas-dalam-berdzikir.htm

since i found you (Christian Bautista)

i think of you in everything that i do
to be with you what ever it takes i’ll do
cause you my love, you all my heart desires
you’ve lighten up my life forever i’m alive

since i found you my world seems so brand new
you’ve show me the love i never knew
your presence is what my whole life through
since i found you my life begin so new
now who needs a dream when there is you
for all of my dreams came true
since i found you

your love shines bright
through all the corners of my heart
maybe you are my dearest heart
i give you all i have my heart, my soul, my life
my destiny is you
forever true… i’m so in love with you

since i found you my world seems so brand new
you’ve show me the love i never knew
your presence is what my whole life through
since i found you my life begin so new
now who needs a dream when there is you
for all of my dreams came true
since i found you

my heart forever true…
in love with you..

Khusnul Khotimah berlalu di hadapanku

Sebenarnya ini kisah yang terjadi pada tanggal 11 bulan 11 tahun 2011. Seorang khusnul khotimah telah pergi kembali ke haribaan Yang Maha Esa. Beliau adalah almarhum Bapak Haji Tamimuddin, mantan kepala sekolah SMAK Makasar dan SMAK Bogor.

 

Sebenarnya, saya belum begitu mengenal beliau karena saya bukan alumni SMAKBO, dan ketika saya mengajar di SMAKBO saya belum pernah berada dalam satu laboratorium bersama beliau. Tapi, jasa-jasa dan ahlakul karimah nya sudah saya dengar dari banyak orang. Ketika bertemu dengan saya, beliau selalu tersenyum dengan tulus. Beliau sudah pensiun sejak, namun masih tetap mengabdi pada pendidikan hingga akhir hayatnya. Beliau rela menjadi guru luar saat usia nya sudah senja.

 

Pagi itu, seperti biasa beliau akan menjalankan shalat dhuha di mesjid sekolah. Ketika mengambil wudhu, tiba-tiba saja darah keluar dari mulutnya. Penjaga mesjid seketika mendekatinya untuk menolongnya, tapi beliau menolak dan berkata “Bersihkan saja darah itu, nanti banyak yang akan mengambil wudhu”. Sungguh di tengah kesakitannya beliau masih berkata seperti itu. Beberapa orang langsung menghampiri beliau dan melarikannya ke RS PMI. tapi sayang, nyawanya telah pergi. Beliau telah melayang dengan tenang.

 

Seisi sekolah kaget mendengar berita kepergian beliau. Semua bersedih, KBM pun dihentikan. Kami berkabung, banyak diantara guru, murid dan karyawan mengantarkannya hingga liang lahat.

Khusnul Khotimah - daun gugur

Hari ini, saya mengenang..
Mengenang kerendahan hatinya
mengenang sopan santunnya
mengenang perjuangannya
mengenang ketaatan ibadahnya

Beliau khusnul khotimah yang pernah saya temui…

 

Selamat jalan guruku

 

tentang seseorang

kau miliki banyak hal yang kuinginkan
kau miliki ilmu yang ku dambakan
kau miliki kesempatan yang aku mimpikan

 

kau memahami nada
kau mengerti raga

 

aku iri tapi tak berniat memilikinya

 

kini,
aku miliki yang kau mimpikan
aku miliki yang membuat kau bahagia

 

Relakan dia untukku
ikhlaskan dy untukku
Tinggalkan dy untukku

 

kan ku bahagiakan dy bersamaku

kupinang kau dengan bismillah

Tuhan memberikanku cinta
untuk ku persembahkan hanyalah padamu
Dia anugerahkanku kasih
hanya untuk berkasih berbagi denganmu

Atas restu Allah ku ingin milikimu
ku berharap kau menjadi yang terakhir untukku
restu Allah ku mencintai dirimu
ku pinang kau dengan Bismillah

Image Detail

Hampa terasa bila ku tanpamu
hidupku terasa mati jika ku tak bersamamu
hanya dirimu satu yang aku inginkan
ku bersumpah sampai mati hanyalah dirimu (hanyalah dirimu)

Atas restu Allah ku ingin milikimu
ku berharap kau menjadi yang terakhir untukku
restu Allah ku mencintai dirimu
ku pinang kau dengan Bismillah

Atas restu Allah ku ingin milikimu
ku berharap kau menjadi yang terakhir untukku
restu Allah ku mencintai dirimu
ku pinang kau dengan Bismillah

Menghitung Purnama

Ingatkah engkau saat pertama kali purnama menemani kebersamaan kita

Ingatkah engkau saat purnama kembali menjadi saksi kemesraan kita

Ingatkah engkau saat purnama menyiksa kita dengan menambah rasa rindu di dada

Enam belas purnama, engkau telah membuat ku bahagia

Enam purnama lagi bahagia ku akan lebih sempurna

Aku menghitung purnama untukmu

Baiti Jannati

 

Melihat gambar ini hatiku berdebar-debar, hehehe. Lebay yah

Ini adalah gambar rumah yg Insya Allah akan saya dan suami saya tempati. Hasil jerih payah kami sendiri lho. Lokasi nya ada di daerah katulampa bogor timur. daerah yang sejuk dan mudah dijangkau dari kawasan perkotaan.

Tidak sabar ingin segera menempatinya. Semoga proses pembangunannya lancar sesuai kami harapkan

Kau yang Kusayang

 

Cinta yang tulus didalam hatiku
Telah bersemi karenamu
Hati yang suram kini tiada lagi
Telah bersinar karenamu

Semua yang ada padamu ooohh….
Membuat diriku tiada berdaya…
Hanyalah bagimu…………….
Hanyalah untukmu……………
Seluruh hidup dan cintaku

Biarkan hujan membasahi bumi
Atau bulan yang tiada berseri
Namun jangan kau tinggalkan cintaku
Yang tulus murni hanya padamu…..

Dulu, Saya ingin jadi dokter !!!!

ini tentang cita-cita yang tak sampai,

atau cita-cita yang tergantikan……

 

Masa remaja saya terlewati di SMA N 3 Bogor. Ya, menghabiskan waktu bersama selama dua tahun dengan 27 teman-teman gila saya untuk belajar, main, nongkrong dan sebagainya. Mereka teman yang istimewa, meski sering senang-senang di luar sekolah, mereka tetap bertanggung jawab dengan nilai sekolah mereka dan seriuss terhadap hari depan termasuk cita-cita.

 

Saat itu, mungkin saya satu-satunya yang disorientasi cita-cita. terkadang saya ingin jadi dokter, guru, bidan, menteri perindustrian, peneliti dan sebagainya. Hingga menjelang UAN, saat hampir semua teman saya sudah mempunyai tiket di perguruan tinggi dengan jalur PMDK, saya masih belum juga menentukan pilihan. Dan, entah kepa karena terdesak saya mendaftar jalur PMDK (raport) di AKADEMI KIMIA ANALISIS BOGOR.

 

Waktu berjalan, saya dan teman-teman menyelesaikan UAN,UAS dll dengan nilai yang cukup memuaskan. Ternyata teman-teman saya belum cukup puas dengan tiket PMDK yang mereka miliki. Merekapun melanjutkan perjuangan ke jalur UMPTN.

 

Saya, yang kebetulan sudah memulai perkuliahan matrikuasi Di AKA bogor sedikit malas untuk mengikuti serangkaian ujian lagi. Tapi mereka mampu mengalirkan induksi emosi untuk UMPTN.

 

Jujur, saya memang tidak bersungguh-sungguh mengikuti UMPTN. Tidak ada persiapan, bahakan di pagi hari sebelum berkas dikumpulkan, saya masih belum tahu akan mendaftar kemana. Dan tiba-tiba mata saya tertuju pada dua baris, Pendidikan Dokter Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, dan Ilmu Keperawatan di universitas yang sama, dan itulah pilihan yang saya masukkan pada formulir UMPTN.

 

Menjalani UMPTN tidak begitu menyenangkan, ada beberapa pelajaran sudah saya lupa, karena saya benar-benar tidak ada persiapan, dan tidak belajar, hanya terbawa arus induksi teman-teman.

 

Hari-hari selanjutnya, saya jalani dengan mengikui rangkaian matrikulasi di AKA. Sebelum hasil UMPTN dimuat, ternyata pihak UIN menelpon ke rumah. Namun sayang, saat itu saya sedang belajar di kampus baru, dan ibu saya tidak mengerti apa2. beliau hanya memberi modal dan doa.

 

Hasil UMPTN diumumkan, dan nama aya tercantum di ilmu keperawatan UIN. dan tema-teman saya diterima di pilihan yang  mereka harapkan. saya sedikit kecewa, kenapa tidak belajar serius agar diterima di pilihan pertama. Sepertinya skor saya hanya kurang sedikit.

 

Sampai di rumah, saya menelpon kampus UIN, dan bertanya saya diterima di ilmu keperawatan atau kedokteran karena sebelumnya ada telepon bahwa saya boleh pindah ke kedokteran (pertanyaan bodoh? kenapa begitu percaya dengan telepon yang entah dari mana). Pihak UIN menyarankan agar saya datang saja ke jakarta dan mengurus semua persyaratannya terlebih dahulu.

 

Bogor memang tidak jauh dari Jakarta, tapi jujur saat itu saya belum pernah menginjakkan kaki di ibukota. Setelah berdiskusi dengan orang tua, akhirnya saya lebih baik meneruskan pendidikan di AKA bogor denganbiaya relatif murah, dekat dan berkualitas.

Hilanglah harapan perawat, dokter dan UIN. Kini berfokus menjadi analis, ilmuwan dan menikmati kampus tanah baru AKA bogor.

 

Masa pendidikan 3 tahun berjalan lancar. Saya pun mendapat pekerjaan yang sesuai sebelum wisuda (sebelum seminar dan sidang malah). Selang beberapa bulan dari wisuda, saya teruskan pendidikan saya menjadi S1 di universitas swasta terdekat dengan mengikuti program sabtu minggu.

 

Bekerja menjadi analis ternyata cukup membosankan, saya pun menjadi kutu loncat yang terbang dari satu perusahaan ke perusaaan lain. Hingga akhirnya memutuskan untuk mengikuti Tes CPNS, dan Alhamdulillah mencoba di tahun pertama saya dapat langsung diterima.

 

Sekarang saya tercatat sebagai CPNS Kementerian Perindustrian, dan di tempatkan di Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor. Insya Allah tahun depan SK sebagai PNS keluar, dan berarti takdir saya menjadi seorang guru.

 

Namun, keinginan menjadi seorang dokter kembali terusik. Cinta pertama dari kekasih saya adalah seorang dokter. Hal itu membuat saya merasa sangat iri dan cemburu. Ada rasa sesal, knp saya tidak mengikuti UMPTN untuk kedua kalinya.

 

Tapi kemudian saya sadar, takdir setiap orang berbeda-beda. Lagipula itu hanyalah masa lalu. Allah pasti menunjukan jalan terbaik bagi mahluknya. Saya ditakdirkan menjadi seorang guru bukan seorang dokter. Karena saya ditakdirkan untuk menyebarkan ilmu, itulah tugas khalifah saya di bumi. Lagipula biaya untuk menjadi dokter sangatlah besar. Orang tua saya hanya pensiunan polisi, tidak cukup leluasa menyekolahkan anknya untuk menjadi dokter.

 

Begitulah sedikit kisah hidup. Saya sangat bersyukur, karena diberi kesempatan untuk menimba ilmu apapun ilmunya asal bermanfaat. Alhamdulillah, profesi yang saya jalani adalah profesi yang mulia. Itu semua adalah karunia Allah SWT.

Segala Puji hanya untuk Allah… Pemilik Segala Ilmu … Pemilik Seluruh Alam

 

Semoga memberikan manfaat bagi teman-teman pembaca